Sudah menggunakan AB Mix sesuai takaran, tetapi pertumbuhan tanaman masih kurang optimal?
Masalahnya belum tentu ada pada pupuk. Dalam hidroponik, pH larutan nutrisi sangat memengaruhi ketersediaan unsur hara bagi tanaman.
Jika pH terlalu tinggi, beberapa unsur seperti besi, mangan, dan fosfor dapat menjadi kurang tersedia bagi akar.
Salah satu bahan yang dapat digunakan untuk membantu menurunkan pH adalah Phosphoric Acid 85% atau Asam Fosfat 85%.
Apa Fungsi Phosphoric Acid pada Hidroponik?
Fungsi utamanya adalah sebagai pH down, yaitu bahan untuk menurunkan pH larutan nutrisi.
Sebagian besar tanaman hidroponik umumnya dikelola pada kisaran sekitar:
pH 5,5–6,5
Rentang optimal dapat berbeda tergantung tanaman, formulasi nutrisi, dan sistem hidroponik yang digunakan.
Dengan pH yang sesuai, unsur hara dalam larutan dapat tetap berada dalam kondisi yang lebih mudah tersedia untuk diserap tanaman.
Kenapa Menggunakan Asam Fosfat?
Phosphoric Acid memiliki dua efek ketika digunakan dalam larutan hidroponik:
1. Menurunkan pH
Sebagai asam, phosphoric acid membantu menetralkan alkalinitas air dan menurunkan pH larutan nutrisi.
2. Menambahkan Fosfor
Phosphoric Acid juga menyumbangkan unsur fosfor (P) ke dalam larutan.
Fosfor merupakan unsur hara makro penting yang berperan dalam berbagai proses tanaman, termasuk perkembangan akar dan transfer energi.
Namun, justru karena menambahkan fosfor, penggunaannya perlu dikontrol.
Jika terlalu banyak phosphoric acid digunakan hanya untuk mengejar target pH, kadar fosfor dalam larutan juga dapat meningkat dan mengubah keseimbangan nutrisi yang sudah dirancang dalam AB Mix.
Cara Menggunakan Phosphoric Acid 85%
Phosphoric Acid 85% merupakan asam pekat dan bersifat korosif.
Karena konsentrasinya tinggi, lebih baik tidak menuangkannya langsung dalam jumlah besar ke tangki nutrisi.
Untuk penggunaan yang lebih terkontrol:
- Siapkan air dalam wadah terpisah.
- Tambahkan phosphoric acid sedikit demi sedikit ke dalam air.
- Selalu tambahkan asam ke air, bukan air ke asam.
- Masukkan larutan yang telah diencerkan secara bertahap ke dalam tangki nutrisi.
- Aduk atau lakukan sirkulasi hingga merata.
- Ukur kembali menggunakan pH meter.
Tambahkan kembali hanya jika pH masih berada di atas target.
Berapa Dosis Phosphoric Acid untuk Hidroponik?
Tidak ada satu dosis phosphoric acid yang berlaku untuk semua air.
Kebutuhan asam dipengaruhi oleh:
- pH awal air
- alkalinitas air
- volume larutan
- konsentrasi phosphoric acid
- formulasi AB Mix
- target pH
Dua sumber air dengan pH awal yang sama bahkan dapat membutuhkan jumlah asam berbeda jika alkalinitasnya berbeda.
Karena itu, jangan hanya menggunakan patokan seperti “sekian ml per 100 liter air” tanpa melakukan pengukuran.
Metode yang lebih aman adalah:
tambahkan sedikit → sirkulasikan → ukur pH → koreksi kembali bila diperlukan.
Phosphoric Acid vs Nitric Acid
Selain phosphoric acid, nitric acid atau asam nitrat juga dapat digunakan untuk menurunkan pH pada sistem hidroponik tertentu.
Perbedaannya terletak pada unsur yang ikut masuk ke larutan:
- Phosphoric Acid → menambahkan fosfor (P)
- Nitric Acid → menambahkan nitrogen dalam bentuk nitrat (N)
Karena itu, pada sistem hidroponik yang dikelola secara lebih presisi, pemilihan jenis asam sebaiknya mempertimbangkan keseluruhan formulasi nutrisi, bukan hanya kemampuan menurunkan pH.
Kesimpulan
Phosphoric Acid 85% dapat digunakan sebagai penurun pH pada larutan hidroponik.
Selain menurunkan pH, bahan ini juga menambahkan unsur fosfor ke dalam larutan.
Karena konsentrasinya tinggi, penggunaan phosphoric acid harus dilakukan secara bertahap dengan pengukuran menggunakan pH meter.
Prinsip sederhananya:
Ukur pH → tambahkan sedikit → sirkulasikan → ukur kembali.
Dengan cara tersebut, pH dapat dikontrol tanpa menambahkan phosphoric acid secara berlebihan.
Produk Terkait
Solusi Kimia Nusantara menyediakan Phosphoric Acid 85% untuk berbagai kebutuhan industri dan aplikasi. Untuk penggunaan hidroponik, pastikan grade dan spesifikasi produk sesuai dengan kebutuhan Anda.
Lihat produk: Phosphoric Acid 85%

