Membuat sabun cuci piring sederhana tidak membutuhkan terlalu banyak bahan. Untuk formula dasar, kita bisa menggunakan SLES sebagai surfaktan utama dan CAPB sebagai surfaktan pendamping sekaligus foam booster. Formula ini cocok untuk belajar formulasi, uji coba skala kecil, atau sebagai dasar sebelum mengembangkan produk yang lebih lengkap.

Untuk membuat sekitar 1 liter sabun cuci piring, Anda dapat memulai dengan formula berikut:

BahanJumlah AwalFungsi
SLES 70%100 gramSurfaktan utama
CAPB 30%30–40 gramCo-surfactant & foam booster
Garam / NaCl±10–20 gramMembantu mengatur kekentalan
Pewangi1–3 gramMemberikan aroma
PewarnaSecukupnyaMemberikan warna
PengawetSesuai rekomendasi supplierMembantu menjaga produk dari kontaminasi mikroba
Air bersihHingga 1 literPelarut

Formula di atas merupakan formula awal untuk percobaan, bukan formula baku. Jumlah setiap bahan dapat berubah tergantung karakter bahan baku, target kekentalan, aroma, dan performa yang diinginkan.

Masukkan sebagian air ke dalam wadah. Tambahkan SLES 70% secara perlahan, kemudian aduk dengan kecepatan rendah sampai tercampur. Hindari mengaduk terlalu cepat karena SLES mudah menghasilkan banyak busa. Jika terlalu banyak udara masuk, produk akan terlihat penuh gelembung dan lebih sulit dievaluasi.

Setelah SLES tercampur, tambahkan CAPB atau Cocamidopropyl Betaine. CAPB merupakan surfaktan amphoteric yang sering digunakan sebagai co-surfactant dan foam booster. Kombinasi SLES + CAPB umum digunakan pada sabun cair karena dapat membantu menghasilkan busa yang lebih stabil sekaligus memberikan karakter produk yang lebih lembut. Aduk perlahan sampai campuran homogen.

Masukkan pewangi sesuai aroma yang diinginkan.

Tambahkan pewarna dalam jumlah sedikit terlebih dahulu. Warna dapat ditambah secara bertahap sampai mendapatkan tampilan yang sesuai. Perlu diperhatikan bahwa beberapa jenis fragrance dapat memengaruhi kejernihan dan kekentalan sabun. Karena itu, sebaiknya lakukan trial terlebih dahulu jika mengganti jenis atau dosis pewangi.

Sabun cuci piring mengandung banyak air, sehingga penggunaan pengawet penting terutama jika produk akan disimpan dalam waktu lama atau dijual.

Beberapa bahan yang dikenal sebagai pengawet antara lain:

  • Sodium benzoate
  • Potassium sorbate

Namun, efektivitas keduanya sangat dipengaruhi oleh pH formula dan umumnya lebih baik pada kondisi yang cukup asam. Karena itu, jangan hanya menambahkan pengawet berdasarkan perkiraan. Gunakan dosis sesuai rekomendasi supplier dan periksa apakah pH produk sesuai dengan sistem pengawet yang digunakan. Untuk produk komersial, pengujian stabilitas dan mikrobiologi tetap disarankan.

Garam atau NaCl dapat membantu meningkatkan viskositas pada sistem SLES dan CAPB. Namun, jangan langsung memasukkan banyak garam sekaligus. Sebaiknya buat larutan garam terlebih dahulu, kemudian tambahkan sedikit demi sedikit sambil diaduk.

Gunakan pola sederhana:

tambah sedikit → aduk → cek kekentalan → tambah lagi bila perlu.

Pada sistem surfaktan seperti SLES dan CAPB, terdapat titik optimum penambahan garam. Jika garam terlalu banyak, produk yang awalnya mengental justru dapat kembali menjadi lebih encer.

Setelah aroma, warna, dan kekentalan mulai sesuai, tambahkan air sampai mencapai sekitar 1 liter. Aduk perlahan hingga homogen. Kemudian diamkan produk beberapa jam agar gelembung udara berkurang. Setelah itu, evaluasi kembali kejernihan dan kekentalannya.

Tips Membuat Sabun Cuci Piring Lebih Baik

Jangan Mengaduk Terlalu Cepat

SLES dan CAPB mudah membentuk busa. Pengadukan terlalu cepat membuat udara masuk ke dalam produk dan dapat mengganggu proses evaluasi.

Tambahkan Garam Secara Bertahap

Lebih banyak garam tidak selalu berarti sabun semakin kental. Jika penambahan NaCl sudah melewati titik optimum, viskositas bisa turun kembali.

Busa Banyak Tidak Selalu Berarti Lebih Bersih

Busa memberikan sensasi pembersihan yang baik, tetapi jumlah busa bukan satu-satunya ukuran kemampuan membersihkan minyak dan kotoran. Performa tetap dipengaruhi oleh komposisi surfaktan dan kadar bahan aktif dalam formula.

Perhatikan pH Produk

pH dapat memengaruhi stabilitas formula dan efektivitas beberapa jenis pengawet. Jika menggunakan sodium benzoate atau potassium sorbate, pemeriksaan pH menjadi semakin penting.

Gunakan Air yang Baik

Kualitas air dapat memengaruhi kejernihan, kestabilan, dan konsistensi sabun. Untuk hasil yang lebih konsisten, gunakan air bersih dengan hardness rendah atau air demineralisasi bila tersedia.

Mulai dari Batch Kecil

Untuk percobaan pertama, buat 500 ml sampai 1 liter terlebih dahulu. Setelah mendapatkan busa, aroma, warna, dan kekentalan yang sesuai, baru tingkatkan ukuran batch. Perubahan kecil pada garam, fragrance, surfaktan, atau bahan tambahan dapat memberikan hasil yang berbeda.

Formula sederhana SLES + CAPB sudah cukup untuk memahami dasar pembuatan sabun cuci piring. Untuk formula yang lebih lengkap, Anda dapat mulai mempelajari penggunaan:

chelating agent, hydrotrope, preservative, pH adjuster, maupun surfaktan tambahan sesuai target performa produk.

Untuk pemula, lebih baik memahami terlebih dahulu perilaku SLES, CAPB, air, garam, dan pH sebelum menambahkan terlalu banyak bahan.